Saturday, December 15, 2018

CERITA NGENTOT : TANTEKU SENDIRI


CERITA NGENTOT - Usiaku baru menginjak kelas 1 SMA ketika aku sudah mengenal bahkan melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa. Sebenarnya aku tidak pernah menduga kalau hal ini bakal akan aku alami sebelumnya, aku melakukan adegan cerita dewasa bersama dengan orang yang justru aku anggap sebagai orang tuaku. Dia adalah tanteku adik dari papaku yang hingga saat ini belum menikah juga.

Tante Reva adalah wanita yang sudah menginjak usia 35 tahun, tapi dia belum menikah padahal wajahnya begitu cantik dengan tubuh yang terlihat ramping. Dan dari yang aku lihat sering banget pria yang mencoba mendekati tante, namun dia tidak pernah terlihat berkomitmen dengan mereka, kalau ditanya mamaku dia bilang mau mencari yang terbaik untuknya.

papapun hanya bisa diam ketika mama mengatakan alasan tante Reva yang masih saja ngejomblo. Namaku Sammy sudah hampir dua tahun ini aku menjadi pelampiasan nafsu tante Reva, kami sering melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa, tentu saja tanpa ada orang yang mengetahui perbuatan kami. Karena kami begitu pintar merahasiakan perbuatan mesum kami.

Di sekolah aku memiliki seorang pacar yang bernama Mirna, dengannya aku hanya pacaran layaknya anak muda yang tidak mengenal kata mesum. Karena untuk melampiaskan nafsuku aku sudah memiliki tante Reva, yang setiap saat selalu mengajakku untuk melakukan adegan mesum seperti dalam cerita dewasa. Bahkan aku seakan menjadi ketagihan melakukannya bersama dia.

Walau aku tahu dia adalah saudara kandung papaku, tapi semua hilang begitu saja mungkin nafsu sudah membutakan kami berdua. Seperti minggu ini kami sudah janjian untuk pergi ke sebuah villa walau sebenarnya Mirna mengajakku untuk jalan bareng akupun menolaknya, karena sudah ada janji dengan tante Reva. Seperti biasa pada mamaku dengan terus terang tante bilang untuk meminta aku mengantarnya keluar kota.

Pagi itu tante Reva menjemputku “Sekarang kamu yang kemudikan Sam.. ntar baru tante ya…” Katanya sambil berlalu masuk kedalam rumah, dan mama menghampiriku sambil berkata “Hati-hati nyetirnya.. kalo udah capek kasih saja sama tantenya ya..” Aku mengangguk dan tante keluar dari dalam rumah dengan mulut yang penuh dengan makanan dia biasa begitu kalau datang ke rumahku.

Sampai di kota yang di tuju kamipun masuk kedalam villa yang sudah sering kami kunjungi, kami masuk dan akupun menyandarkan tubuhku pada sofa yang ada di ruang tengah Villa tersebut, sedangkan tante Reva masuk kedalam kamar dan tidak lama kemudian dia datang dengan tubuh telanjang bulat sambil memelukku dari belakang dan berkata “Ayo sayang.. tante kangen..”Bisiknya lirih terdengar di telingaku.

Membuat merinding bulu romaku dan ketika aku menoleh ke arahnya diapun langsung menangkap bibirku dan mengulumnya. Dengan masih duduk di sofa akhirnya tante REva mencari kontolku ketika dia sudah berada di depan wajahku dengan lahapnya dia kulum kontolku “OOouughh.. pelan.. tanteee… ooouugggghhh… ooouugghhhh.. ooouugghh…” Desahku waktu itu.

Tante Reva tetap sajaa mengulum kontolku bahkan dia sesekali menyedotnya membuat aku menggelinjang keenakan “OOOuugghh.. taaan… aaaaggghhh… aaaaaggggghhh… aaaagggghhh…. aaaaaggghhh..” Kini diapun menarik tubuhku kedalam kamar setelah berhasil melepas pakaian yang aku kenakan, setelah itu dia terlentang dan menangkap tubuhku untuk segera menindihnya.

CERITA DEWASA - Perlahan namun pasti kini kontolku sudah berada di dalam memeknya, dan aku langsung menggerakan pantatku seperti biasa tante Reva langsung mengerang sambil terus menggigit bibirnya “OOOuuuuaaaggghh… aaaaagggggghhhhhhh… aaaaaggggghhhhh… aaaaaggggghhh… aaaaaagggghh.. ” Aku bahkan menekan semakin dalam kontolku dalam memeknya dan diapun kelihatan senang.

Semakin cepat aku menggoyanganya karena akupun masih ingin istirahat, apalagi kami pasti seharian disini dan benar saja tidak berapa lama kemudian aku merasakan getaran hebat dari dalam kontolku dan “OOOuuggghhhh…. ooouuugghhh. tante… Sammy nggak kuaaat… aaaaaaaggggghhh… aaaaaaggghhhh… aaaggghhh…” Tumpah seluruh larva kentalku kedalam lubang kemaluannya.

Tante Reva memelukku sambil berbisik lirih “Kok cepet amat.. tantee masiih pingiiin..” Aku mendekap tubuh mulusnya sambil berkata “Iya tante.. ntar lagi.. Sammy masih mau istirahat nich..” Lalu aku kecup keningnya setelah itu aku segera bangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku diikuti oleh tante REva setelah itu kamipun duduk santai di teras depan Villa tersebut.

CERITA SEX - Kamipun bermesraan disana entah kenapa aku merasakan sayang begitu dalam pada tante Reva. Mungkin kami akan terus melanjutkan hubungan ini seterusnya, karena kami berdua sama-sama merasakan cinta yang begitu dalam, bukan lagi nafsu saja yang hanya melakukan mesum seperti dalam cerita dewasa. Tapi aku sungguh-sungguh mencintai tante Revaku yang begitu cantik.

CERITA NGENTOT : KENIKMATAN KONTOL MAHASISWA


CERITA NGENTOT - Aku berprinsip, tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan pantangan buatku. Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan. Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya. Pada awalnya hubungan kami biasa- biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Indra selalu bersikap baik padaku.

Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Indra membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Indra sangat pandai memancing. Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Indra datang menghampiriku. ” Misi Bu, bisa ganggu gak? ” Tegur Indra sopan. ” Ya ada apa Ndra? ” Jawabku. ” Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? ” Indra bertanya lagi. ” Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham ” aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa. Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya. ” Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? ” Tanyanya tiba-tiba. ” Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya” Jawabku bergurau. ” Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau gak? ” Tanyanya lagi. ” Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau ” Kataku sambil memejamkan mata. ” Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! ” Kata Indra lagi.

Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Indra tengah menciumku. Maka aku langsung membuka mata, wajah Indra sangat dekat dengan wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar. Untuk beberapa lama, Indra masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Indra. Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Indra hingga ia terjengkang kebelakang. ” Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi ” Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku. ” Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika ” Ujarnya lirih sambil meninggalkanku. Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Indra konsultasi denganku, ia selalu memberikan “hadiah” seperti itu. Tentu itu dilakukannya jiak tak ada orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Indra itu.

Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Indra, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Indra. Hingga pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan- jalan. Awalnya aku menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Indra terus mendesakku. Akhirnya aku menyetujuinya.Tapi aku memintanya hari minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya. Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Indra akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Indra bersama pacarnya.

Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Indra. Berempat kami jalan- jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan terutama suamiku. Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Indra dan kawannya mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Indra tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja. Indra menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri akan tetapi indra melarangku. ” Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed- nya ada dua ” Ujarnya. Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati. Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Indra dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi, kawan Indra dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg- degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Indra diam terpaku.

Tiba-tiba Indra menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Indra menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Indra melumat mulutku. Lidah Indra menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada indra supaya ia melepaskan pelukannya padak diriku. ” Ndra, jangan Ndra, ini enggak pantas kita lakuakan..! ” kataku terbata-bata. Indra memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yangm kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku denagn erat. Akujuga masih terduduk dipangkuannya. ” Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu ” Ujar Indra yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Indra kembali mendaratkan ciuman.

Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Indra sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar- benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini. Indra sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Indra yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Indra. Secara refleks aku masih coba berontak. ” Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut..” Kataku sambil meronta dari pelukannya. ” Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Indra Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika ” Jawab Indra dengan napas memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH- ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali.

CERITA DEWASA - Sebab tubuh Indra yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat. Kini, dipelukan Indra, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Indra memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu Indra mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Indra melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat- geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geliu dan nikmat ketika bibir dan lidah Indra menjilat dan melumat puting susuku. ” Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , ” Kata Indra terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak. Kemudian Indra juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Indra melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Indra, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Indra. Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku. Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Indra berhasil memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. ” Ndra, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! ” Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup. ” Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon ” Kata Indra masih dengan terbata- bata dan wajah yang memelas. Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika Indra kembali menggarap tubuhku.

Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku, semenatar tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah. Tiba-tiba Indra beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh. Aku melihat tubuh Indra yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja. Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Indra. Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Indra memiliki penis sebesar dan sepanjang ini.

Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Kini tubuh telanjang Indra mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Indra menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Indra nekat memasukkan jari tangannya kecelah vaginaku.Ia memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih berusaha menolaknya. ” Ndra, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! ” Pintaku. Tetapi lagi-lagi Indra tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Indra yang masih terengah-engah di selangkanganku.

Kini aku telah benar- benar tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar- benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Indra melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok- ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. ” Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang aktif..! ” Kata Indra denagn manja. ” Ibu nggak bisa Ndra, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu. ” oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang..” Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku. Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Indra. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku. ” Besaran mana sama milik suami Ibu..? ” Goda Indra. Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Indra jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda. ” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa ” Kataku berbohong sambil memegang penis Indra. ” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Indra dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Indra. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Indra yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Indra cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Indra yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat.

Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Indra kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Indra dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu Indra beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Indra yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku. Indra kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Indra. Indra terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi.

Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Indra. Dalam posisi itu tiba- tiba kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Indra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Indra nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak. ” Ndra.. jangan dimasukkan..! ” Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku. ” Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Indra juga dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Indra kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Indra memang berukuran super besar, Indra sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Indra berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu mulai menerobos masuk. Walau pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Indra itu luar biasa nikmatnya.

CERITA SEX - Indra terus menerus mamaju- mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan. ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Indra tersengal-sengal. ” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana awal mulanya, tiba- tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Indra yang sangat- sangat besar itu. “ Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku. ” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan. Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Indra, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Indra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku.

Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Indra. Semakin lama, genjotan Indra semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak- sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus memompa selangkanganku. ” Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini. Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Indra. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Indra dan kupeluk erat- erat. ” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Indra semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat itu tubuhku semakin meronta- ronta dibawah dekapan Indra yang kuat. Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. ” Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! ” Desah indra. ” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat.

Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Indra dapat menancap sedalam- dalamnya. Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Indra juga menghentikan genjotannya. ” Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku. Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan. Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Indra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Indra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Indra. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira. Indra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali.

Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Indra. Maka aku balik membalas ciuman Indra, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Indra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. ” Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Indra. ” Eehh..” Hanya itu jawabku. Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Indra dibawah. ” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Indra. Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju- mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Indra. Indra yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan. ” Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , ” Kata si Indra sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku. Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Indra, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam- hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Indra. Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra. ” Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku terengah-engah. Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Indra langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku.

Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Indra kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu. ” Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah indra. Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras. ” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! ” Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar- gelepar dalam tindihan tubuh Indra. Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Indra mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat- erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat. ” Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! ” Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Indra terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Indra memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Indra. Gila, sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Indra belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun.

Untuk beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Indra. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku. ” Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini ” Ujar Indra denagn lirih. Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. ” Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! ” Teriak kawan Indra disertai ketoak pada pintu. Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata- kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka. ” Hayo Ndra, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala ” Kelakar kawan Indra. ” Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra cuma tersenyum.

Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa rindu pada Indra. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Indra. Aku selalu terbayang keperkasaan Indra diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Maka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Indra. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Indra yang selalu melayaniku. Dan dtiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya.

CERITA NGENTOT : MAHASISWI JILBAB DOYAN HIPERSEX


CERITA NGENTOT - Namaku Bragi seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Management,aku akan menceritakan sebuah pengalaman sex ku dengan seorang perempuan yang juga teman sekampusku. Namanya Dini dia adalah Sеоrаng Cеwеk berjilbab yang kelihatannya pendiam dan baik namun ternyata seorang hipersex. Wаnitа реmаkаi Jilbаb ini аkhirnуа memberi sensasi kenikmatan уаng tak terduga. Juѕtru ѕikар kеаlimаnnуа Dini ini mеmbuаt аku mеnjаdi penasaran bеrаt untuk bisa menikmatinya. Aраlаgi dеngаn tуре jilbоbnуа уаng bеgitu menantang mаkin mеnаmbаh аurа kесаntikаn dirinуа.

Di dаlаm bеnаkku, аkаn lеbih аnggun jikа Dini bеrtеlаnjаng dеngаn mеnуiѕаkаn kаin jilbаbnуа ѕаjа . аku mulаi mеngеnаl Dini kеtikа mаѕih mаѕа-mаѕа kuliаh di Jаkаrtа, Siара ѕаngkа wаnitа bеrjilbаb ini dоуаn ѕеlingkuh jugа, kеbеbаѕаnnуа mеnjаdi tеrbаtаѕ kеtikа mеmаkаi jilbаb, Dаn tеrkаdаng wаnitа уаng bеrnаmа Dini ini ѕеring mеnggigit bibirnуа dаlаm mаtа реlаjаrаn kuliаh уаng mеnуinggung tеntаng ѕеx.

Kеbеtulаn Pulа rumаhnуа Dini tidаk bеgitu jаuh dеngаn rumаhku, hаnуа bеrjаrаk bеbеrара gаng ѕаjа. оh iуа nаmа аku Bragi, аku lumауаn dikеnаl оlеh wаrgа ѕеtеmраt ѕеbаgаi оrаng уаng mеngеnаl kоmрutеr, bаhkаn аku turut mеndukung kераdа gеnеrаѕi mudа аnаk bаngѕа untuk biѕа mеlеk intеrnеt.

Pеrtеmuаnku реrtаmа kаli dеngаn Dini kеtikа mеndараt tugas kоmрutеr untuk mеnуаmbung intеrnеt. Aku dаtаng dеngаn rарi dаn wаngi, ѕеѕаmраi di rumаhnуа аku di ѕаmbut dеngаn minumаn kорi buаtаn dаri nуа. Kеtikа Dini ingin mеnаnуаkаn ѕеѕuаtu tеntаng intеrnеt kераdаku, Aku mеrаѕа kаgеt, араkаh biѕа wifi уаng bеrlаnggаnаn mеmbukа ѕituѕ dеwаѕа ? Tuturnуа.

‘Tеrgаntung jugа ѕih Dini tарi ѕауа аkаn соbа mеnggunаkаn nаwаlа ѕаjа, wаlаuрun tidаk ngеblоk 100%’.

‘lаlu bаgаimаnа саrаnуа аgаr biѕа di аkѕеѕ’, tаnуа Dini dеngаn mеmаndаng kе аrаh mоnitоr di mаnа ѕааt itu аku bеrhаѕil mеmbukа ѕituѕ dеwаѕа. Iа bukаnnуа ѕеnаng, Dini juѕtru mаlаh mеnggigit kеduа bibirnуа.

Entаh ара уаng аdа di bеnаknуа ѕааt itu.

‘Jаngаn bilаng-bilаng ѕаmа tеmаn-tеmаn di kuliаh уа’. biѕiknуа kе tеlingаku, Iа рun mulаi mеngаkѕеѕ ѕаlаh ѕаtu ѕituѕ dеwаѕа luаr nеgri dаri dаlаm kаmаrnуа. di ѕааt аku lаgi аѕik-аѕiknуа ngорi di hаlаmаn dераn, аku mеndеngаr ѕuаrа dеѕаhаn .

‘оhhhhh ѕѕѕѕѕѕѕ ѕѕhhh..’

‘Hmm.. аdа-аdа ѕаjа tingkаh wаnitа Jilbооbѕ ѕаtu ini’, ѕаhutku dаlаm hаti

tаk lаmа kеmudiаn аku mulаi реnаѕаrаn dаn mеnсоbа mеndеkаti рintu kаmаrnуа, kulihаt Dini lаgi mеmbеlаkаngi рintu ѕеdаng аѕik mаrturbаѕi. hа hа hа hа dоуаn mаѕturbаѕi jugа ini nih gаdiѕ ѕеkѕi .

Aku mеnjаdi ѕеmаkin hоrnу ѕааt mеlihаt kеmоlеkаn tubuhnуа dаn раhаnуа уаng muluѕ. Aku mеnсоbа mеngаgеtkаnnуа dеngаn mеmukul рintu, mеrаѕаkаn аdа gеrаkаn kаgеt tаk kаruаn di bаlik рintu.

Hеееееуууу Siара Kаmu! tеriаk Dini mеnutuр ѕеlаkаngаnnуа,

Tеnаng Dini, ini guе tеmаn lu kоk.

CERITA DEWASA - nаmun wаjаhnуа mеnjаdi mеrаh dаn mаlu kераdаku, ѕааt аku mеngаtаkаn kаmu tаdi mаѕturbаѕi уа ? hеhе ѕаhutku .

Aаhh Enggар kоk, kаmu аjа уаng kеgеnitаn, аku kаn mаu bukа ѕituѕ dеwаѕа untuk mаtа реlаjаrаn kuliаhku’. ujаr Dini

Aku mulаi mеmbеrаnikаn diri mеmеrikѕа tаngаn Dini, lоh kоk аdа timun di tаngаn kаmu ? jаwаbku .

Ah еnggар kоk, ini роkоknуа untuk реlаjаrаn mаtа kuliаhku . kаmu jаngаn GR dеh, bаlаѕ Dini .

Sеkаrаng gini аjа, nаnti аku сеritаkаn kе tеmаn-tеmаn kuliаh kаlаu kаmu аkѕеѕ ѕituѕ dеwаѕа di dаlаm kаmаr dаn mеmеgаng timun уа? Anсаmku kераdаnуа.

Eеееhh,,, jаngаn,,, jаngаn,, !!!

Okе dеh аku jujur ѕаmа kаmu. аku аkѕеѕ ѕituѕ dеwаѕа itu kаrеnа аku ѕеring mеngаlаmi hуреrѕеx, kаrеnа di ѕааt-ѕааt аku mеlаmun di ѕааt itu lаh аku ingin mеrаѕаkаn ѕеbuаh реlukаn lаki-lаki. “ѕаmbil mеmеluk tubuhku.

Aku bеrрurа-рurа bеruѕаhа mеlераѕkаn реlukаnnуа kераdаku, nаmun iа ѕudаh kеburu nаfѕu, tаngаnnуа mеnуеlinар mаѕuk kе сеlаnаku, kurаѕаkаn kеlеmbutаn tаngаnnуа уаng imut. Sеbаgаi ѕеоrаng lеlаki, аku рun tаk mаu kаlаh dеngаn gосеkаn wаnitа ini, аku рun mulаi mеmаinkаn kеduа tаngаnku mеmаѕuki rоknуа, kurаѕаkаn vаginаnуа bаѕаh kunуuk .

Din.. аku ini соwоk реrjаkа.. jаngаn lаkukаn dоng.. рlеаѕе.. jаngаn lаkukаn’

biѕikku kе tеlingа Dini, аku bеruѕаhаn mеnсоbа ѕоk-ѕоk аlim dikit. 🙂

Alаh bоhоng аjа kаmu, ntаr kаlаu аku iѕар kаmu раѕti kе еnаkаn jugа kоk. bаlаѕ Dini

‘Jаngаn аааh biѕа bikin dоѕа tааuk “ ujаr аku ѕаmbil kеtаwа .

реrmаinаnаn kаmi рun ѕеmаkin ѕеru kаrеnа iа tаk mеnуеrаh, ku uѕар bibir vаginаnуа dеngаn jаriku, kurеmаѕ рауudаrаnуа аgаr ѕеmаkin tеrаngѕаng . kеmudiаn аku bеrhаѕrаt mеniduri wаnitа ini. Cerita Ngentot Terhangat

‘Nikmаti аjа Brag… nikmаt kоk реniѕmu “ ѕаhut Dini, ѕаmbil mеmbukа rеѕlеting сеlаnаku.

‘Wааh gеdе bаngеt?’ tаnуаnуа ѕаmbil mеnjilаti ujung реniѕku.

Aku рun mеrаѕа kеnikmаtаn уаng ѕаngаt luаr biаѕа di ѕааt Dini mеnсоbа blоwjоb. rаѕаnуа itu аdа gеli-gеlinуа kаlаu giginуа mеngеnаi kераlа реniѕku. kurеmаѕ рауudаrаnуа уаng mаѕih bеr brа itu, kurеmаѕ dеngаn lеmbut, kurаѕаkаn kеlеmbutаn рауudаrаnуа. Buаh dаdаnуа bеnаr-bеnаr mаѕih kеnуаl.

‘Sѕѕѕѕ ѕѕѕѕѕѕh ѕѕh hhh.. ееnааааk..’ dеѕiѕ Dini dеngаn mеndеѕiѕ ѕеmаkin kеnсаng,

kаmi mеmаng mеrаѕаkаn ѕаmа-ѕаmа kеnikmаtаn, Dini mеlаkukаn blоwjоb dаn аku mеlаkukаn ѕеnаm рауudаrа. Kubаlikаn dаn dоrоng bаdаnnуа, lаluku реgаng рауudаrаnуа dеngаn gеmаѕ dаri роѕiѕi bеlаkаng, Diniу уаng ѕааt itu lаngѕung mеnуоdоrkаn vаginаnуа kераdаku dеngаn mеmаikаn роѕiѕi dоggу ѕtуlе, nаmun аku tidаk mаu kеѕеmраtаn ini tеrlаmbаt аku ѕudаh mеmеgаng bаtаngku dаn kuаrаhkаn kе vаginаnуа.

“ааааhh.. Bragi ааhh.. OMG.. tеruѕ…’ Dеѕаhаn Dini уаng ѕudаh ku tеkаn kе dаlаm vаginаnуа. Pеniѕku tаnра аdа kеѕulitаn mеnеrоbоѕ lubаng vаginаnуа, Dini ѕеmаkin tеrреkik dаn раѕrаh.

‘Nikmаti Din.. Dini ѕukа di еwе kаn’ tаnуаku dеngаn mеngеluѕ раhаnуа уаng muluѕ, реniѕku kutеkаn lаgi dаn mаѕuk lеbih dаlаm .

‘Aаааааааааааааааааh ..’ еrаng Dini tidаk tаhаn. Kutаrik dаn kuѕоdоk lаgi, kаli ini Dini mеmеjаmkаn mаtаnуа.

Aku аngkаt bаdаnku dаn kuѕоdоk dеngаn kеrаѕ dаn mаntар, Dini mеmаng ѕеmаkin mеnikmаti реrmаinаn dоggу ѕtуlеku. Gеnjоtаn kоntоlku kubuаt ѕеmаkin сераt, tеrаѕа ѕеkаli jерitаn bibir vаginаnуа ѕеmаkin mеnуеmрit, уаng mеmbuаt bаtаngku jаuh tеnggеlаng kе lubаng vаginаnуа . Birаhi Diniу mеlеdеk-lеdаk mеmbаkаr ѕеtiар ѕеndi-ѕеndi tubuhnуа di ѕааt mеnikmаti gеnjоtаnku . Nаfаѕnуа mulаi bеrаntаkаn, Tаk bеrара lаmа kеmudiаn Dini mеnjеrit.

“Aаааааааааааааh “

Dеѕаhаn Dini dеngаn kеnсаng di ѕааt реniѕku mаѕuk lеbih dаlаm, kurаѕаkаn vаginаnуа kеluаr саirаn mеmbаѕаhi bаtаngku. diа оrgаѕmе lеbih сераt dаriku . аku mеnсоbа mеnуuѕul оrgаѕmе lеbih сераt dеngаn mеmаkѕа gеnjоtаn уаng dаhѕуаt , tеrаѕа ѕеkаli di ujung kоntоlku gеli-gеli.

“Nаnti аir mаninуа jаngаn di buаng уа, аku mаu iѕар ѕеmuа аir mаninуа” . ujаr Dini

“Aku Mеngiуаkаn уаng iа рintа”.

Crоt… Crоt… ѕеluruh аir mаniku mаѕuk kеdаlаm mulutnуа, уаng bеgitu lаhар уаng iа tеlаn .

hmmm.. еnаk bаngеt, ауо kеluаrin lаgi аirnуа, ѕаmbil di kосоknуа kоntоlku .

‘ Bragi еnаk bаngеt уа kаmuu.. mаinin tubuhku dаri bеlаkаng’ gоdа Dini lаgi .

‘Aku ѕukа tubuh kаmu уаng mоlеk ini’ ѕаhutku уg diѕаmbut ѕеnуum Dini.

‘kаmi mеngаkhiri dеngаn mеlаkukаn сiроkаn уаng ѕаngаt nikmаt, ѕаling mеmаikаn lidаh dаn ѕаling mеnggit bibir dеngа rаkuѕ. mеlumаt dеngаn реnuh nаfѕu dаn birаhi.

CERITA SEX - Sеtеlаh ѕеlеѕаi kаmiрun mеmаkаi kеmbаli раkаiаn tаk luра jugа аku mеngаtаkаn kераdа Dini, tеrimа kаѕih аtаѕ ѕuguhаn kenikmatan di ѕiаng ini Din. саndаku.

CERITA NGENTOT : CIKGU MANIS


CERITA NGENTOT - Agak sukar juga untuk bermula tambahan pula kisah-kisah yang bakal ku bentangkan adalah merupakan kisah benar yang telah terjadi agak lama dulu. Aku terpaksa mengambil satu pendekatan supaya dapat melindungi mereka yang terlibat dan keluarganya, di samping itu aku juga tidak mahu menjadikan kisah ini diberi rating xxx tetapi ada baiknya kalau lebih kepada “soft porn” tetapi untuk para pengunjung budiman x, xx dan xxx tetap ada cuma ia tidak menjadi tulang belakang kepada kisah-kisah yang bakal ku sajikan.

Sebagai permulaan babak pertama ini elok juga kalau kita berkenalan sedikit sebanyak dengan watak utama (akulah tu). Aku seorang lelaki tulen, penuh kelembutan, agak kacak (bukan aku cakap tapi makwe-makwe aku yang cakap), tinggi, ahli sukan dan orang penting di organisasi tempat aku bertugas. Tidak lupa nak beritahu dah kahwin, anak macam gerabak LRT sebab isteri lebih dari satu (pasal tu aku jarang merayap jadi kutu embun) dan selalu bertugas di luar negara. Tapi pada isteri-isteri dan makwe-makwe pembaca, jangan bimbang aku tidak tibai pompuan bila di sana pasal lubang bini-bini aku tu semuanya masih ketat lagi walaupun dah beranak-pinak (dengan izin tuhan berkat ilmu Siti Fatimah peninggalan nenek). Kalau ada wanita yang berminat dengan ilmu ini nanti pelan-pelan boleh cari aku.

Aku dibesarkan bersama datuk dan nenek sejak kecil, sebab itu agaknya aku ni manja orangnya (mudah juga merajuk). Aku saja cucunya yang dipelihara walaupun cucu-cucu yang lain ramai. Sejak kecil agaknya umur lima atau enam tahun aku dah lali dengan cipap perempuan (sebab nenek aku ni bidan part time) sementara menantikan bidan sebenar sampai dia yang kena buat dan akulah orang kanan yang membantunya. Malah aku masih boleh kerat pusat bayi dengan hanya pakai sembilu buluh (pisau dulu-dulu) dan qualified untuk menyunatkan budak-budak pompuan (budak jantan tak reti). Jadi membesarlah aku dalam keluarga datukku itu seramai empat orang termasuk mak saudaraku anak dara pingitan yang come lote. Jangan salah faham bukan kisah mak saudara aku yang hendak aku ceritakan (dia baik dan bahagia bersama familynya).

Kalau dia orang mandi (mak saudara dan seorang lagi sepupu) aku jadi tukang escort dia orang (dulu-dulu mandi di telaga). Selalu juga aku ternampak bentuk tubuh dia orang bila kain mandi dia orang basah dan kadang-kadang tu masa nak salin kain dia orang londeh semua sekali telanjang bulat (maklumlah dia orang anggap aku budak kecik) menampakkan kulit yang putih melepak cuma cipap sahaja yang berbulu. Sepupu aku masa tu masih muda benar, kalau tak salah aku baru lima belas atau enam belas tahun umurnya. Bulu cipapnya juga masih nipis tapi tundun dia fulamak punyalah tembam. Mak saudara aku punya pulak agak sederhana tembam sebab susuk badannya macam Julia Robert.

Satu hari seperti biasa aku ikut dia orang membasuh dan mandi umur aku masa ni dah nak masuk 11 tahun. Kemudian mak saudara aku tergesa-gesa balik sebab nenek aku bising-bising entah pasal apa (tak ingat lagi). Tapi sebelum beredar dia berpesan kepada sepupuku supaya memandikan aku kerana dia tak sempat. Dalam bilik perigi tu tinggal aku berdua sahaja, kami mandi bersama dia pakai baldi ayan dan aku pakai timba upeh. Dia sabunkan aku (aku telanjang macam selalu) tapi tiada apa-apa kelainan yang aku rasa agaknya pasai dah biasa tengok dia orang. Kemudian dia tanggalkan kain basahannya untuk bersalin tetapi sebelum itu dia duduk mencangkung lalu kencing. First time aku lihat perempuan dah anak dara kencing. Aku nampak jelas cipapnya terbuka dan air kencing berlari laju.. tiba-tiba kote aku naik tegang aku rasa cukup keras. Aku malu sendiri tapi tak tahu nak buat macam mana. Sepupu aku terpandang kote aku dan dia juga agak terkejut kerana selalunya kalau aku nampak cipap dia orangpun tak pernah kote aku keras begitu.

Dia menghampiriku lalu bertanya kenapa kote aku keras, aku jawab tak tahu tapi tadi aku nampak cipap dia tengah kencing boleh jadi itu sebabnya. Dia datang hampir lalu memegang kote aku, tengah dia membelek-belek tu critt ada air yang terpancut keluar lalu kena kat mukanya tapi tak salah aku air tu belum pekat lagi dan masih cair. Dia cuma tersenyum lalu mengesat mukanya sambil berkata mulai hari ini aku tak boleh mandi bersama dia orang lagi kerana kote aku dah naik tegang bila nampak cipap perempuan dan aku kena mandi sorang-sorang katanya lagi. Frust juga aku tapi katanya lagi kalau aku nak tengok dia mandi boleh dengan syarat aku beri dia main dengan kote aku. Aku tamatkan episod mukadimah ini bimbang engkau orang boring cuma aku nak tegaskan dalam usia semuda itu kote aku dah keras dan mampu memancutkan air mani walaupun belum betul-betul pekat.

Aku melangkahkan kaki ke sekolah menengah dengan perasaan sama seperti budak-budak lain untuk maju dalam pelajaran. Tapi di sekolah aku selalu kena buli sebab kata dia orang muka aku ni macam perempuan (aku merawarisi paras mak saudaraku yang cun melecun tu) jadi tak heranlah kalau dia orang ingat aku macam perempuan, apa yang dia orang tak tahu kote aku kat celah peha ni dah boleh rabakkan cipap anak dara kalu diberi peluang. Oh ya lupa nak beritahu, mak saudara aku tu sebenarnya cikgu kat SM tu, guru muda lepasan Kirkby cakap orang putih jangan cerita le. berabuk kalah mek saleh aku ingat. Akupun baiklah dengan cikgu-cikgu di sekolah tu sebab mak saudaraku itu tambahan pula dengan rakan-rakan cikgu wanita lagilah dia orang suka aku ni cute kata dia orang, patutnya jadi budak pompuan bukan lelaki.

Dalam ramai-ramai tu ada seorang guru SRT, dia ni dah berumur sikit aku ingat awal tiga puluhan. Rumah dia sebelah sekolah sahaja jadi tempat lepak guru-guru wanita terutama yang bujang atau yang suaminya tiada (masa tu ramai juga guru wanita yang suami mereka sambung belajar di London. Cikgu Saridah (bukan nama sebenar) sangat baik orangnya, pandai masak, bergaya, lawa, bontot menggiurkan tapi jarang senyum. Walaupun dah berumur masih cantik dan single. Mak saudaraku cakap dia tu dah kahwin tapi entahlah aku tak faham cakap dia orang. Aku selalu juga lepak-lepak kat rumah dia kerana aku di sesi petang dan kebanyakan mereka mengajar di sesi pagi. Selalunya rumah dia kosong tak ada orang.

Satu hari Cikgu Saridah memanggil aku lalu menyuruh aku menantinya di bilik SRT, bila dia nampak aku kat situ dia menghulurkan aku sepiring karipap yang sungguh sedap rasanya. Dia cakap kat aku kuih tu sebenarnya budak-budak tengah ambil peperiksaan jadi dia simpan sikit untuk aku. Kemudian katanya kalau aku tak buat apa-apa Sabtu dan Ahad nanti dia hendak aku datang ke rumahnya tolong dia mengecat dinding bahagian dalam rumahnya. Cat dan perkakasannya telahpun dibeli pagi tadi. Aku kata nanti aku beritahu jawapannya selepas mendapatkan consent mak saudaraku.

Anywhere, Sabtu sampai dan aku juga sampai ke rumahnya. Aku dapati dia sorang sahaja kat rumah aku tanya mana yang lain-lain. Dia jawab kena jaga periksa dan terus balik kampung kemudian dia tanya mana mak saudaraku, aku jawab nanti lepas zuhur baru dia sampai. Dia menghulurkan baju lama (nampak macam blouse) dan kain batek lusuh kepadaku, aku kata nak buat apa lalu dia jawab nak mengecat kenalah pakai yang buruk lepas kena cat boleh buang terus. Akupun menyalin pakaian berkenaan dan memulakan kerja-kerja mengecat. Banyak juga yang dapat aku cat sehingga sampai waktu makan tengahari aku disuruhnya berhenti pergi mandi dan makan.

Aku mengambil tuala yang diberikannya lalu masuk ke bilik mandi, sebentar kemudian aku keluar untuk menyalin pakaian. Tiba-tiba dia ketawa aku kaget, dia cakap aku mandi macam mana, cat kapur tu masih bertepek kat kepala. Lalu dia menarik tanganku masuk semula ke bilik mandi dia suruh aku duduk telanjang dan dibersihkan segalan cat kapur yang terlekat di kepalaku. Sambil tu dia beritahu yang dia tahu aku selalu dimandikan oleh mak saudaruku aku jawab benar malah semua tentang diriku dia yang uruskan. Setelah selesai aku berdiri sambail dilapkan badan oleh cikgu Saridah.

Tanpa sengaja tangannya tersentuh koteku lalu ia mula mengembang dan mengeras, cikgu Saridah nampak tapi buat-buat tak tahu sahaja. Setelah selesai aku nak keluar dari bilik mandi tapi kote masih keras lagi lalu dia tanya kalau kote aku naik tegang selalu aku buat macam mana. Aku jawab aku biar sahaja lama-lama dia turun balik atau kalau sepupu aku ada kat rumahnya aku suruh dia pegang dan usap-usap tak lama nanti ada air keluar lepas tu boleh turun. Dia senyum saja. Cikgu Saridah suruh aku bersalin pakaian di biliknya selepas tu boleh makan nasi dan aku menurut sahaja. Tanpa ku duga dia mengekori aku ke biliknya, sebaik sampai tuala yang ku pakai direntapnya dan koteku diramas-ramas mesra. Aku terkedu menahan rasa terkejut dan sedap yang mula menyelinap ke tubuhku.

Dia suruh aku berbaring atas tilam sambil dia menanggalkan pakaiannya satu persatu. Cuma tinggal bra dan panties sahaja, dia datang hampir kepadaku lalu berkata yang ni nak lucut tak sambil jarinya menunjuk kepada bra dan pantiesnya aku cuma menganggukkan kepala. Jari-jarinya membuka cangkuk bra dan melepaskannya ke lantai.. tersembul dua bukit indah milik cikgu Saridah, walaupun tak begitu besar tapi padan dengan dirinya. Tetek cikgu Saridah masih mengkar tak jatuh macam orang lain yang dah berumur. masih terpacak di dadanya. Kote aku berdenyut-denyut menahan rasa berahi. dan yang ni awak kena bukak sendiri kalau nak tengok dia memberi isyarat kepada pantiesnya.

Perlahan-perlahan akan memegang tepi seluar dalam tu lalu melorotkannya ke bawah melepasi punggungnya dan menampakkan bulu pantatnya yang lebat tapi kemas. Kemudian dia sendiri melucutkan terus panties berkenaan melambak ke lantai. Nampak jelas cipap cikgu Saridah yang begitu tembam, berbulu hitam lebat, labia majoranya bagai ulas limau penuh menutupi labia minoranya. Cikgu Saridah merebahkan dirinya atas tilam lalu meminta aku menatap sepuas-puasnya tubuhnya. Dia mahu aku menyentuh apa sahaja yang terdapat pada tubuhnya, aku memegang, mengusap dan menguli teteknya dengan putingnya tegak berdiri, aku terus meraba seluruh perut, pusat, ari-ari lalu sampai ke cipapnya. Aku tertagak-tagak untuk menyelak bulu-bulu cikgu Saridah sebab bulu cipap mak saudaraku agak nipis berbanding dengan cikgu Saridah.

Lalu jari-jarinya menyelak bulu hitam itu dan kelihatan biji kelentit di bahagian atas cipapnya, dia mahu aku menguis-guis dan mengulit biji berkenaan dengan jariku dan seterusnya meraba-raba keseluruhan cipapnya yang tembam tu. Sambil tu tangannya terus meramas koteku dan tiba-tiba sahaja dia bangun duduk dab mulutnya terus mengulum koteku. Aku mengeliat kegelian dan kesedapan, kali pertama kena kulum aku rasa nak terpancut tapi cikgu Saridah mengemam kepala koteku dengan bibirnya hingga hilang rasa nak terpancut tu. Dia meminta aku mencium dan menjilat cipapnya, aku ragu-ragu sebab tak biasa tapi akhirnya aku akur juga. Aku lihat cipap cikgu Saridah dah berair aku kuak bulunya lalu mula menyonyot biji kelentitnya, aku lihat dia terangkat-angkat badannya bila kelentitnya aku sedut, aku dah tak kisah lagi aku sedut puas-puas kelentitnya dan bibir cipapnya lalu aku bukak cipapnya dengan jariku ku lihat bahagian dalamnya berwarna pink dan masih rapat. Aku menjolok jariku masuk ke lubung cipap yang aku kira bukan dara lagi kerana nampak jelas lubangnya lebih besar sikit berbanding lubang sepupuku yang masih perawan. tapi cikgu Saridah belum beranak lagi dan kehangatan lubang cipapnya terasa pada jariku.

Dia lantas menolak badanku naik ke atas tubuhnya dan membawa koteku betul-betul bertentangan dengan cipapnya. Koteku digesel-geselkan pada cipapnya dan kemudian meletakkan kepala koteku pada lubang cipapnya. Dia meminta aku menolak masuk, aku ragu-ragu lalu dipautnya punggungku. clupp terus masuk sampai habis (maklumlah masa tu kote akupun bukanlah sebesar dan sepanjang la ni) jadi senang saja masuk. Secara spontan aku melakukan sorong tarik berdecup-decap ia keluar masuk. Aku kira bab ni tak payah ajar naluri manusia ia tahu sendiri apa nak buat seterusnya. Cikgu Saridah mengajarkan berbagai cara bersetubuh baring, duduk, menungging, meniarap, mengiring, mengatas, membawah tapi yang paling sedap bila dia merapatkan lurus kakinya di mana lubang pantat menjadi begitu ketat dengan kote rasa tersepit (buat para isteri kalau belum pernah buat, cuba main cara ini aku jamin mata suami awak boleh juling jadinya). Setiap kali aku menarik nafas untuk terpancut dia akan menyepit kote aku dengan kuat dan rasa ngilu nak terpancut tu akan reda jadi aku dapat meneruskan dayungan keluar masuk. Aku tak pasti dah berapa lama aku main sampai peluh kami dah menyimbah keluar membasahi cadar (kami pakai cadar tapi ada kes aku dengar pakai tilam bolen aje betul ke tidak waulah waalam).

CERITA DEWASA - Cikgu Saridah dah tak keruan lagi. mulutnya menceceh sedap-sedap, nak lagi, tekan habis, aku menghentak sekuat yang termampu.. tak lama lepas tu aku dengar dia menyebut I’m cuming I’m cuming. lalu pinggangku dikepit badanku dipeluk kuat dan koteku terasa disedut-sedut. Dia menggelepar dan mendengus dengan kuat dan barulah aku tahu itu rupanya bila pompuan klimak. Aku melajukan hentakan dan akhirnya badanku menjadi kaku lalu memancutkan sesuatu ke dalam pantat cikgu Saridah. Pancutan kali ini agak lama berbanding selalunya dan aku terasa pedih dihujung koteku mungkin kali pertama memancutkan air mani ke dalam cipap perempuan. Cikgu Saridah tergolek puas, akupun puas dan selepas berehat seketika aku menarik keluar koteku yang aku kira habis lusuh dikerjakannya. Tapi awang tu nampak gagah lagi berkilat-kilat bekas air cipap yang melekat padanya. Cikgu Saridah menciumku sambil mengucapkan terima kasih.

Kami berdiri sambil berpelukan. untuk menuju ke bilik air tapi aku melihat seraut wajah yang biasa ku lihat aku cemas sambil memandang cikgu Saridah. Tiba-tiba ku lihat wajah tu tersenyum “well anywhere you are man, sooner or later you will be fucking around but make sure you keep your mouth shut” dan menyambung “Idah kau belasah anak sedaraku cukup-cukup” sambil tangannya memegang koteku.. cikgu Saridah hanya mampu tersenyum mak saudaraku berbisik kepadaku, “You fucked that older woman pussy like nobody business, so you must return back the favour to me, young man”. Aku hanya dapat mengatakan “Yes” dan tak tahu what’s going to happen next..

Pengalaman pertama senggama telah membuatkan aku selalu ketagih sex, setiap peluang yang ada akan ku gunakan untuk mendapatkannya daripada Cikgu Saridah. Ada masa kami melakukannya di bilik Sick Bay yang terdapat dalam dapur SRT. Walaupun begitu secara diam-diam Saridah telah mengiklankan diriku kepada teman-teman rumah yang lain dan perkara ini di luar pengetahuanku.

Satu hari aku diminta menghantar buku-buku latihan yang perlu disemak oleh cikgu bahasa ke rumah Saridah, waktu tu kalau tak salah aku waktu rehat jadi akupun pergilah ke rumahnya. Sesampai sahaja ke rumah itu aku memanggil namanya tetapi tiada orang yang menjawab, disebabkan pintu rumahnya tidak berkunci (selalunya begitulah di waktu siang) akupun masuklah ke dalam dan meletakkan buku-buku berkenaan di atas sebuah meja besar. Aku berkira-kira hendak keluar dari rumah berkenaan akan tetapi aku terdengar suara pompuan batuk-batuk kecil dari dalam sebuah bilik. Mohon untuk menyimpang sedikit. Rumah Saridah mempunyai tiga buah bilik, dia tinggal seorang dalam bilik utama manakala dua bilik lagi dihuni oleh Cikgu Kathy, Ruhay, Swee Lin dan Salma. Cikgu Kathy dan Ruhay telah berkahwin dengan Kathy telah mempunyai dua orang anak sedangkan Ruhay seorang masih bayi lagi menurut kata auntieku. Mereka dua orang ini suaminya berada di England melanjutkan pelajaran dan anak-anak mereka dijaga oleh ibu bapa atau mertua di kampung. Cikgu Swee Lin dan Salma pula masih bujang dan kedua- duanya guru sandaran yang menggantikan guru bersalin serta kursus panjang.

Cikgu Kahty besar tinggi orangnya, berkulit sawo matang, suka melawak dan selalu ketawa besar. Dia ni serba serbi besar, tetak besar, punggung besar, peha besar tapi tidak gemuk dan sangat lawa kalau dia pakai kebaya yang ketat aku cakap aa. boleh meleleh air liur tengok dia punya benjol-benjolan tu. Cikgu Ruhay pula kecil molek orangnya, rendah sahaja aku agak tingginya kira-kira 5′ 1″ atau 5′ 2” sahaja malah di SM tu budak-budak panggil dia cikgu ketot. Namun ketot-ketot dia ni jambu orangnya, bukan nak puji dan yang paling aku suka dirinya ialah giginya yang aku difahamkan orang panggil gigi mentimun. So kalau dia senyum terpancut air mani dibuatnya. Tapi awas dia ni yang paling garang (semasa) di kelas aku diberitahu oleh sepupu lelakiku yang juga merupakan pelajar harapan sekolah di Form Five. Cikgu Swee Lin dan Salma aku tak berapa kenal walaupun dua tiga kali bertembung kerana mereka ni jarang ada di rumah Saridah dan setiap kali hujung minggu mesti balik ke rumah mak bapak dia orang kira-kira 16 batu dari situ. Swee Lin ni biasalah typical chinese karektur malah budak-budak pagi gelarkan dia “bibik” (Queen pada daun terup) sebabnya aku kira dia ni flat chested. Salma pula agak manis bagi seorang india muslim (mamak sama ada kutty tak kutty aku tak tahu) tapi kulitnya agak gelap walaupun muka hidungnya comel.

Aku beri gambaran ini bukan apa kerana mereka ni semua ada pertalian dengan aku so lain kali aku tak perlu nak ulangi lagi rupa bentuk dia orang sebab kau orang dah dapat bayangkan rupanya. Sungguhpun begitu cikgu yang paling cun adalah cikgu bahasa inggeris (morning session) yang memang tertoleh-toleh tak puas pandang. Kau ingat-ingat siapa, mestilah tak lain tak bukan auntie akulah tu.

Berbalik pasal suara yang kedengaran tadi aku meninjau-ninjau rupanya suara itu datangnya dari bilik Kathy dan Ruhay tapi aku tak pasti siapa. Lalu aku menjenguk ke dalam sebab pintu bilik separuh renggang. Ku lihat cikgu Kathy sedang berbaring mungkin tidur agaknya. Aku mengetuk pintu lalu memanggil namanya, selepas dua tiga kali barulah matanya tercelek dan memandang ke arahku. Semasa dia mengalihkan kaki, kainnya terselak luas menampakkan dengan jelas pangkal pehanya, aku kira dia tidak berseluar dalam, berderau juga darah mudaku. Ku beritahu bahawa buku-buku berkenaan telah ada atas meja so aku minta diri untuk balik ke sekolah.

Tiba-tiba dia menggamitkan jarinya memanggil aku menghampirinya. Dia menggambil sesuatu dari bawah bantalnya lalu memberikan kepadaku. Dia meminta aku menyerahkan wang berkenaan kepada cikgu Saridah. Aku mengambil wang berkenaan dan bertepatan waktu itu aku memandang ke bawah (dia duduk di pinggir katil) terserlah lurah teteknya yang besar tersergam. Aku memandang tak berkelip mata serta kaku berdiri. Aku cuma tersedar apabila tanganku ditarik-tarik dan aku tersipu-sipu. Cikgu Kathy bertanya apa aku tak pernah tengok tetek perempuan, aku jawab pernah tapi belum pernah tengok yang besar dan solid macam dia punya. Dia tergelak lalu menyuruh aku menutup pintu bilik. Bila aku berpaling semula ku lihat Kathy telahpun menanggalkan bajunya dan menampakkan dengan jelas dua buah gunung aku kira, besar solid dan agak jatuh sikit. Puting teteknyapun besar dengan kawasan gelap sekelilingnya melebar. Tapi bagi perempuan yang dah beranak dua, buah dada Kathy still ok. Aku hanya berdiri diam tapi koteku dah mula seram-seram sejuk.

Cikgu Kathy menarik aku duduk di sebelahnya sambil tangannya mengurut-ngurut manja tangan dan bahuku. Kemudian satu persatu butang bajuku dibukanya selesai diikuti dengan seluarku pula (masa tu bebudak sekolah petang pakai seluar pendek jadi senang aje nak bukak seluar). Tinggal seluar dalamku sahaja, tiba-tiba dia memaut badanku hingga rebah lalu dia menghimpit dadaku dengan teteknya yang besar tu. Jari-jariku dibawanya mengusap putting teteknya sambil mulutku dikucupnya bertalu-talu. Kini jari jemarinya telah meramas butuhku yang telah berdiri sambil dilurutkan seluar dalamku kemudian Kathy menanggalkan kainnya hingga menampakkan pantatnya yang lebar dan menembam macam apam yang baru dikukus. Pantat Kathy licin tak ada bulu nampak jelas baru dicukur, ini memberi peluang buat aku menatap sepuas-puasnya pantat pompuan beranak dua ini. Sungguhpun kulit luarnya agak gelap tapi labia minoranya begitu merah merekah bak delima masak. Aku tak berani bertindak cuma menanti serangan apa yang bakal dilakukannya.

Kathy menolak aku ke atas badannya sambil meminta aku menghalakan koteku betul-betul di mulut cipapnya. Koteku mencecah bibir pantatnya lalu dengan sekali dorong sahaja cipap terus masuk sampai ke pangkal. Sungguhpun lubang pantatnya agak longgar tapi cukup panas ku rasakan. Dia membiarkan aku merendamkan kote agak lama dalam pantatnya sebelum meminta aku menyorong tarik, air pantat meleleh keluar dan proses keluar masuk kote begitu licin, aku tak peduli lagi yang pasti aku mesti balun cukup-cukup dia puas ke tidak ke bukan urusanku. Tetiba saja pundakku dikepit dengan pehanya yang besar sampai tak boleh bergerak lagi, nafasnya kian kencang dan aku terasa dilambung-lambung, habis punggungku dipecal-pecal sambil kepalanya digeleng ke kiri ke kanan dengan rambutnya mengerbang tak menentu. “Lagi-lagi, kuat lagi.. aah aah sikit lagiiiii.. hah hah. hah aku sampai dahhhh, huh sedap sungguh, lama betul tak merasa pelir”. Selepas dia tenang kembali dia merenung aku sambil bertanya yang aku dah pancut ke belum, aku jawab belum lagi sebab takut tengok dia begitu ganas. Kathy tersenyum kemudian dia mengiringkan badannya lalu memegang butuhku dan di letakkan betul-betul pada lubung duburnya. Dia melumurkan duburnya dengan air pantat yang keluar menjadikan lubang itu licin, lalu meminta aku menekan masuk. Aku tak pernah main bontot sebelum ini jadi aku tak tahu tapi aku terus menekan walaupun agak susah nak masuk ketat sungguh sampai bengkok kote aku menekan.

Aku merasakan kepala kote dah mula masuk aku tekan lagi masuk sikit lagi lalu aku henyak sekuat mungkin, berderut rasanya bila keseluruhan batang koteku menyelinap masuk ke lubang dubur Kathy yang ketat. Dia memberi isyarat supaya aku pelan-pelan sebab takut rabit katanya. Setelah itu aku meneruskan acara keluar masuk tapi temponya lebih perlahan berbanding dengan lubang pantatnya. Muka Kathy aku lihat berkerut sambil mulutnya terbuka kemudian dia berbisik kalau aku nak pancut, pancut saja dalam bontotnya tak apa katanya. Aku melajukan hentakkan bila merasakan air telah mula nak keluar, Kathy memberi ruang dengan membuka sudut kangkang yang lebih luas, bila airku betul-betul nak terpancut aku hentak terus sampai habis critt.. critt.. crittt. maniku terpancut dalam dubur Kathy sambil kurasakan lubangnya mengemut dengan kuat sekali rasa nak putus kote aku. Setelah itu aku mencabut keluar dan serta merta Kathy membalut koteku dengan tuala kecil dan berkata “Lepas sejuk nanti biar cikgu cuci sebab main kat belakang ni kekadang ada najis ikut sekali, mesti cuci betul-betul takut dapat gatal-gatal”. Ku lihat lubang duburnya terbuka sedikit lalu ada cecair meleleh keluar warnanya tak menentu bercampur antara kuning dengan sikit kehijauan.

Kami berpimpin tangan ke bilik air di mana Kathy telah membasuh koteku dengan sempurna sebelum dia membasuh cipap dan duburnya. Dia juga memberi tahuku inilah kali pertama dia membenarkan orang memainkan duburnya walau suaminya sendiripun tak pernah dapat, dia takut aku tak dapat memancutkan air sebab mungkin lubang cipapnya agak besar dan kerana itu digantikan dengan lubang dubur yang ketat. Dia juga beritahu aku, bila main pompuan, lama ke sekejap ke mesti diakhiri dengan pancutan mani tak kira kat luar atau kat dalam kalau ditahan nanti buah zakar boleh bengkak dan rosak. Nasihatnya ini aku pakai sampai la ni, sebab tu kekadang bini aku tak tahan dah beround-round tapi aku pulun juga lagi hingga dah terpancut baru aku berhenti kekadang tu sampai kokok ayam baru selesai. Esoknya dia dah tentu mc sebab tak larat nak angkat matapun.

Hubungan aku dengan Kathy berjalan macam biasa juga kekadang tu mereka kongsi aku cuma yang jelas Kathy cepat keluar air (klimaks) dan Saridah agak lama. Kalau nak rasa puas main dengan Kathy dulu kemudian baru balun Saridah pulak

Masa terus berjalan dan aku semakin biasa dengan rumah Saridah boleh keluar masuk macam rumah ku sendiri. Saridah dan Kathy dah macam bini aku pulak bukan sahaja dia yang mintak tapi aku juga boleh demand kalau aku nak main dengan depa. Auntie aku tahu tapi dia buat-buat tak tahu aje, lantak demalah katanya. Cuma dia pesan dengan aku never fall in love with any of them, yes I fully understand jawabku sambil tanganku meraba-raba cipap auntieku, ia membiarkan sebentar tapi menghalangnya takut terlihat oleh datukku. You can have it when a moment is right but from now on until then you musn’t figured it on your mind, do you understand young man (auntie aku sering memanggil aku young man) yes indeed aku jawab.

Satu pagi aku ke rumah Saridah seperti biasa, aku bukak pintu dan masuk untuk menghabiskan kerja rumah yang berbaki, setelah meletakkan beg sekolah aku di tepi meja aku terus ke dapur untuk melihat sama ada baki kuih atau air yang ada boleh juga mengalas perutku. Aku tak pernah ambil breakfast early in the morning melainkan segelas air masuk sejuk (amalan paling baik untuk perut). Bila aku melintas bilik cikgu Kathy aku nampak seseorang sedang tidur, aku ingat Kathy atau Ruhay sakit dan tak dapat ke sekolah, lalu aku mendekatinya. Aku tak begitu pasti tapi sah dia ni bukan any one of them. Dia berpakaian baju tidur jarang tapi memakai bra berwarna pink muda dengan kain batek, masalahnya ialah kain batek tu terselak hingga menampakkan buritnya yang dipenuhi bulu hitam nipis (kesan selalu digunting) sah dia tidur tak pakai panties (tidur pakai pantiespun tak baik juga tak masuk angin). Koteku mula mencanak naik bila terlihat burit pagi-pagi ni tapi aku tak berani nak start sebab tak kenal siapa dia. Last tu aku masuk ke bilik Saridah dan mengambil sedikit cream (dia memberitahuku ini cream special hanya digunakan untuk bersetubuh dan sapu bibir bila kering sahaja katanya) lalu melumurkan kepada batang dan kepala koteku.

Aku melucutkan pakaian sekolahku dan hanya bertuala sahaja bila menghampiri pompuan berkenaan, aku kemudiannya mencangkung menghadapi kangkangnya sambil menolak turun kainnya perlahan- perlahan, pantatnya jelas kelihatan dengan rekahannya terbuka sedikit bila kakinya merenggang, kulitnya agak gelap dan pantatnya tidak begitu tembam berbanding milik Saridah dan Kathy, aku juga perasan ada taik lalat di labia majora kirinya. Aku terus menghampiri sehingga kepala koteku sudah menyentuh mulut pantatnya, tetiba sahaja aku memegang kedua-dua pehanya lalu aku henjut kote memasuki pantatnya sekuat mungkin, aku rasa masuk sikit tapi tak boleh gi jauh, aku huja sekali lagi rutt.. rasanya bila batangku mula tenggelam, ia mula bergerak bila terasa cipapnya dimainkan orang, aku tak kisah lalu ku henjut sekali lagi dan mungkin kerana batang koteku telah licin jadi brusss terus masuk sampai habis. Dia terjerit aduii lalu terjaga, matanya terbeliak bila melihat ada budak jantan celapak di celah kangkangnya dengan kotenya telah terbenam dalam pantatnya. Aku tak peduli terus sahaja memainkannya seperti biasa yang ku lakukan dengan Saridah dan Kathy. Aku lihat pantatnya berdarah dan dia mula menangis, aku panik juga sebab selama ini tak pernah tengok pantat Saridah dan Kathy berdarah bila kena main, dia cuba menolak aku tapi aku telah terlebih dahulu memeluknya dengan kemas sebab masa tu aku rasa air maniku dah nak memuncat keluar. Tak lama batangku memuntahkan laharnya ke dalam cipap pompuan berkenaan, lepas habis keluar aku mencabutkan batangku keluar dan memandang mukanya yang sangat sukar aku bayangkan romannya ketika itu.

Dia tergesa-gesa bangun hingga kelihatan air mani yang bercampur darah meleleh turun ke pehanya, ia tergesa-gesa berpakaian, bertudung lalu berlari ke sekolah. Aku terus ke bilik air mencuci koteku lalu memakai semula pakaian sekolahku. Tak lama aku lihat Saridah, Kathy, Ruhay dan auntieku bergegas balik, aku selamba aje menyiapkan kerja-kerja rumah yang tak sempat aku mulai. Saridah memegang tanganku lalu membawa aku ke biliknya dengan dituruti oleh mereka semua dan akhirnya pompuan yang baru ku tenggek sebentar tadi, ia masih menangis. Saridah bertanyakan kenapa aku mengusik Salwa (barulah ku tahu namanya Salwa dan barulah ku perasan yang Salwa ni cantik ada iras-iras Saira Banu cuma kulitnya agak lebih gelap) aku kata aku tak tahu, aku ingatkan cikgu Kathy sebab dia tidur di bilik Kathy, aku juga beritahu perihal ia tidur dengan kakinya tahan tuak (melukah) hingga menampakkan cipapnya, aku naik setim bubuh cream kat kote terus tujah sampai habis dan mati-mati aku ingat itu Kathy (selebihnya alasan aje sebenarnya memang aku tahu yang ku tenggek tu bukan Kathy. Mereka semua terduduk dan barulah aku tahu yang sebenarnya Salwa ni adalah ustazah petang yang baru dan dia juga adalah kakak kepada cikgu Salma.

Aku panik, takut dan malu terus meluru kepada auntieku sambil memohon protection (anak sedara manja gitulah), semuanya menyepi dan akhirnya aku dengar Saridah bersuara agar peristiwa itu disenyapkan sahaja jangan sampai ketahuan oleh orang lain selain mereka yang berada di biliknya itu. Saridah dan Kathy mula story pasal hubungan depa dengan aku dan dia minta maaf banyak-banyak dengan Salwa supaya jangan membawa ke tengah kejadian pagi itu sebabnya kalau terbongkar semua orang susah dan selebihnya aku tak faham maksudnya butir percakapan dia orang. Auntieku kemudian membawa aku kepada Salwa lalu menghulurkan tanganku kepadanya tanda memohon maaf. Salwa memandang aku kemudian mendepangkan tangannya lalu memeluk tubuhku sambil berkata saya maafkan dia tak tahu apa-apa sambil mencium pipiku. Aku lihat semua orang menarik nafas lega dan tak lama semuanya balik semula ke sekolah tinggallah aku berdua semula bersama Salwa.

Salwa menyuruh aku menghabiskan kerja-kerja rumahku dan setelah habis ia memanggil aku masuk ke bilik, aku lihat Salwa sudah telanjang bulat dengan buah dadanya meruncing penuh, pinggangnya ramping dengan pehanya yang lebarnya dia meminta aku membuka semula pakaian sekolahku telanjang bulat juga. Aku datang dan berbaring di sisinya, tak lama kami mula bercumbu, dia mencium seluruh badanku hinggakan habis koteku, telurku malah duburkua juga dijilatnya. Katanya alang-alang dah kena main baik main puas-puas, kami berpusing 69 dan aku terpaksa menyonyot pantatnya yang dah banyak berair, setelah dia puas ia meminta aku memasukkan koteku secara mengatas, aku meletakkan kepala koteku betul-betul sambil jari-jarinya memegang batang kote dan srup batang kote menyelinap masuk membelah pantat yang baru pecah daranya sebentar tadi, kemudian dia mengiring lalu meminta aku mainkannya secara celapak, tak lama aku rasa dia mengejang dan tahulah aku dia orgasm dan mungkin itu yang pertama baginya. Kemudian dia menonggeng dan minta aku mainkannya dari belakang pula, cara ni payah sikit sebab kote aku belum begitu panjang untuk sampai sepenuhnya ke lubang pantatnya.

CERITA SEX - Sambil main cara doggie tu aku perhatikan opening lubang duburnya juga basah dengan air pantatnya yang meleleh keluar, akupun apa lagi meletakkan kepala kote betul-betul di mulut duburnya lalu terus menikam kuat hingga dapat masuk sikit, aku tekan lagi masuk sikit lagi, hey lubang tu tak boleh tiba-tiba dia menjerit, aku tak peduli terus ram sampai habis batangku menyusup masuk ke lubang dubur daranya ketat sungguh ku rasakan. Dia berpaling nampak wajahnya gusar semula, ni..siapa yang ajar ni aku cakap Saridah dan Kathy yang ajar aku main kat bontot sebab lubangnya lebih ketat dan ada masa-masa tertentu dia tak beri aku pancut kat lubang buritnya jadi dia orang suruh aku pancut dalam lubang bontot. Aku terus memainkan duburnya dan tak lama aku rasa duburnya menyepit koteku dan aku terus memancutkan air maniku ke dalam duburnya, setelah habis airku keluar aku menarik koteku keluar perlahan-perlahan. Salwa memelukku sambil berkata lubang belakang tak boleh main kotor katanya, itukan tempat najis keluar aku hanya mampu mendiamkan diri tetapi apa yang dia tak tahu lubang dubur ni kemut keliling sedangkan cipap kemut sebahagian saja tapi benar juga katanya itu tempat najis keluar pasal apa nak main kat situ entahlah akupun tak tahu sebab selama ini Saridah dan Kathy yang ajarkan aku main bontot.

Sehingga menjelang ke sekolah hari itu entah berapa kali lagi kami main hingga aku rasa dah tak ada air lagi yang keluar bila aku klimak, air maniku dah terpancut dalam buritnya, dalam duburnya malah dalam mulutnya juga. Kami kemudiannya mandi bersama dan dia memandikan aku sebaiknya, kami bersiap-siap untuk ke sekolah dan aku memberitahunya untuk ke sekolah dulu nanti kejap katanya lalu meminta aku masuk semula ke bilik, aku lihat dia dah memakai bra dan berkain dalam londehkan seluar tu kejap saya nak tengok sekali lagi aku menurunkan seluarku dan memperlihatkan koteku kepadanya. Dia datang menghampiriku lalu terus mengulum batang koteku sambil jari-jarinya meramas manja telur kecilku. Batangku keras semula dan dia berbaring semula atas tilam, ia terus menyelak kain dalamnya sah masih tak pakai panties lagi kemudian membuka kangkangnya lalu meminta aku memainkannya sekali lagi. Aku terus saja menujah masuk ke pantatnya dengan sekali huja sampai habis ku benamkan koteku, aku terus mengerjakannya menikam dengan laju hingga terhinggut-hinggut badannya dia mendesah sambil bersuara lagi lagi masukkan lagi ahh ahh sedapnya sedapppp lalu kedua-dua kakinya memeluk pundakku sehingga aku tak mampu bergerak lagi tersepit habis, Salwa klimak lagi aku lihat dia tercungap-cungap tapi aku dah tak boleh nak klimak lagi lalu terus mencabut kote dan memakai semula seluar tanpa sempat membasuh koteku.

Salwa menarik tanganku sambil berbisik ingat hingga di sini saja hubungan kita lepas ni tak boleh main-main lagi kita lupakan yang kita pernah berbuat perkara ini faham awak kena anggap serta terima yang saya ni ustazah awak dan perlu menumpukan perhatian kepada apa yang ajarkan bukan membayangkan hubungan sulit kita ni. Aku hanya mampu mengganggukkan kepala. Sayangnya ustazah Salwa tidak lama di sekolah aku, kira-kira tiga bulan selepas itu dia bertukar ke sekolah lain yang agak jauh dan aku tak pernah lagi mendengar berita mengenainya. Pernah aku bertanyakan kepada auntieku sebab dia mohon tukar, auntieku jawab dia sakit kena buatan orang jadi perlu ke tempat yang orang tak tahu mengenai dirinya aku tak faham apa maksudnya.

Kenangan bersama ustazah Salwa menjadikan aku begitu serik untuk bertandang ke rumah Saridah lagi terutama bila teringatkan buritnya yang berdarah terus mematikan selera seks ku terhadap pompuan. Aku memberitahu auntieku agar memberitahu Saridah yang aku tidak lagi datang ke rumahnya kerana kejadian bersama Salwa benar-benar menakutkan aku, malah kalau bertembung dengan merekapun aku akan melarikan diri supaya tidak perlu berdepan atau bercakap dengan mereka. Ustazah Salwa juga tidak lama mengajar kami selalu ambil cuti dan akhirnya terus berpindah ke sekolah lain, bagaimanapun aku taat mengikuti ajarannya dan mengamalkan mana-mana yang disuruhnya walaupun kekadang tu teringin juga hendak bermesra seperti dulu dengannya tapi bila mengingatkan peristiwa cemas tempohari aku terus jadi kecut.

Aku kini sudah di tingkatan dua dan suasana di sekolah telah banyak berubah, guru-guru telah banyak bertukar ganti dan kawan-kawanpun dah semakin ramai termasuk rakan-rakan wanita. Bagaimanapun Saridah dan teman serumahnya masih kekal mengajar di sekolah cuma aku dah jarang-jarang bercakap dengan mereka. Oh, ya lupa nak beritahu yang auntieku juga telah bertunang dengan jejaka idamannya sejak di England dulu, akupun kurang arif dia tu kerja apa cuma yang dapat aku baca pada sampul suratnya tertulis perkataan advocate and solicitor tapi datukku beritahu tunang mak saudaraku adalah seorang loyer. Mereka akan kahwin dalam cuti persekolahan akhir tahun nanti dan aku dapat bayangkan betapa seronoknya masa itu nanti, sanak sedara berhimpun, kerbau dan lembu disembelih serta seribu macam keseronokan yang lain.

Musim buah menjelang lagi, dusun kami sungguh menjadi tahun itu, semua pokok durian berbuah begitu juga dengan manggis, pulasan, duku, langsat dan rambai. Rambutan masa tu masih rambutan kampung sebab anak rambutan kawin masih belum ada lagi. Satu hari auntieku meminta aku mengumpul buah-buahan yang ada untuk dijadikan jamuan kepada cikgu Saridah dan rakan-rakan serumahnya. Buah durian memang telah dikumpulkan oleh datukku sejak pagi lagi. Aku turut memetik buah manggis dan pulasan serta di bawa pulang ke rumah. Duku dan langsat belum masak lagi jadi itu sahajalah yang dapat kami sediakan. Datuk dan nindaku tak balik ke rumah sebab durian tengah gagat gugur jadi kena full time di dusun durian. Aku kena gantikan mereka apabila mereka pulang untuk memasak atau datukku ke masjid, kalau hari tak sekolah aku dan datuk tidur di pondok durian yang agak selesa untuk bermalam.

Menjelang tengahari merekapun sampai dengan dua buah kereta, Renault putih yang dipandu oleh Saridah dan sebuah lagi Fiat Coupe merah kepunyaan Ruhay. Aku membelahkan durian-durian yang ada untuk mereka tapi aku tak mahu bercakap sepatahpun, mereka makan semua buah yang ada dan selepas mencuci tangan aku lihat auntieku bersiap-siap untuk keluar. Young man, I’m going out for a while to visit a friend, she just delivered identical twin. Mereka semua menaiki kereta yang dipandu oleh Saridah dan Ruhay berkata ia akan menyusul kemudian nanti. Ruhay kemudian ke bilik air sambil aku mengemaskan kulit-kulit durian untuk dibuang, aku kemudiannya mencuci tangan dan masuk ke bilik untuk menggantikan pakaian dengan pakaian baru dan bercadang untuk ke dusun durian selepas Ruhay berlalu.

Tiba-tiba Ruhay dah tercegat di pintu bilikku dan tanpa aku pelawa terus sahaja masuk ke bilik serta menutup pintu bilik. Dia memandangku dengan senyuman yang amat manis pernah ku lihat dari bibirnya merekah bak delima. Ruhay ni memang cantik walaupun agak rendah tapi potongan badannya menggiurkan sekali, perempuan yang baru beranak satu ini meliuk-liukkan badannya di hadapanku. Tidak semena-mena ia mula melucutkan pakaiannya, ia berpakaian satu sut baju kurung berbunga merah yang menampakkan lagi seri dengan kulitnya yang putih melepak tu. Ia membuka baju dan kain serta juga kain dalam apa yang tinggal hanyalah bra dan panties yang juga berwarna merah. Koteku yang dah lama bercuti terus mencanak naik menongkah tuala yang ku pakai, Ruhay nampak jelas kawasan membengkak tu dan ia cuma tersenyum aje. Dia terus menanggalkan bra yang dipakainya dan sebaik terlucut sahaja tersembul dua buah bukit payudara miliknya yang segar dengan putingnya kelihatan tegang. Ruhay tidak berhenti di situ sahaja malah perlahan-perlahan ia melorotkan panties merah yang dipakainya, aku memerhatikan dengan mata yang tak berkelip. Ruhay berdiri telanjang bulat di hadapan ku, cipapnya sungguh tembam walaupun agak kecil berbanding Saridah dan Kathy namun bonjolannya begitu jelas, bulu cipapnya juga tidak begitu lebat tetapi menutupi seluruh kawasan pubic di celah kangkangnya. Ruhay kemudiannya terus berbaring di atas katilku sambil jari-jarinya memberi isyarat meminta aku menghampirinya.

Aku membuang bajuku dan tuala yang sedang ku pakai dan terus menerkam kepada Ruhay yang sedang menanti dengan kangkangnya yang terbuka luas. Aku terus menenyehkan kepala butuhku ke mulut cipapnya dan terus menekan masuk, aku tekan berulang-ulang kali sehingga batang koteku terbenam habis. Aku keluarkan semula dan ku benam sekali lagi, keluar dan benam lagi, aku tak peduli apa riaksi Ruhay tapi aku terus mengerjakannya, aku tak tahu mengapa kali ini aku menjadi ganas sehingga ku terdengar Ruhay bersuara, please be patient young man, please be gentle with me I’m not going to run away so please not too hard. Aku tak peduli rayuan Ruhay, nafsuku dah mencapai ke langit aku henyak, aku tujah dan aku tala cukup-cukup hingga aku terasa air mani nak memancut keluar, aku terus benamkan sedalam mungkin batang koteku dan srutt srutt air maniku memancut dalam pantat Ruhay. Agak banyak airku keluar kalau silap-silap boleh buncit pompuan ni. Setelah itu barulah aku mencabut keluar batang koteku yang masih keras, Ruhay ku lihat termengah-mengah dan terus menangis. Aku panik sambil melihat ke lubang pantatnya, aku dapati tak ada darah yang keluar tapi mengapa dia menangis.

Cikgu, mengapa cikgu menangis Ruhay memandangku dan berkata why are you behave like that, why rape me, I try to give the best to you but why. aku menghampirinya lalu berkata aku tak tahu apa yang telah terjadi, aku dah lama tak merasa cipap perempuan sejak kali terakhir dengan Salwa jadi bila melihat cipapnya serta merta nafsuku melonjak naik dan tak boleh ditahan-tahan lagi. So please forgive me my pretty teacher, ia mendongak dan mula tersenyum aku menghampirinya dan mula mencium bibirnya. Barulah aku terasa betapa sedapnya bibir ulas limau ni, dia membalas kucupanku dengan bernafsu sekali, aku terus mencium pipinya, matanya, dahinya dan dagunya. Ruhay kegelian serta berahinya kian tinggi, dia kemudiannya mengulum koteku, kepala kote dijilat-jilatnya serta lidahnya melilit disekitar takuk, aku kegelian hampir sahaja aku terpancut lagi tapi dia sempat sedar lalu mengepit kepala kote dengan bibirnya sehingga gesaan itu hilang, batangku menujah-nujah lelangit serta pangkal tekaknya setelah puas dia menyuakan pantatnya pula untuk giliran aku melakukannya, aku sedut habis labia majora dan labia minoranya, biji kelentitnya walaupun kecil cukup keras dan ku sedut dengan kuat sehingga ia tersentak-sentak menahan berahi. Ruhay akhirnya berbisik please fuck me, fuck me now.

Aku meletakkan kepala kote betul-betul di mulut cipapnya yang sedikit terbuka lalu dengan sekali dorong sahaja menjunam masuk sehingga habis semuanya tenggelam dalam lubang pantatnya. Dia menolak-nolak ke atas sehingga aku terasa pangkal rahimnya bersentuh dengan kepala koteku, sedap sedap sedap katanya, inilah batang pertama selepas besalin yang merasa barang saya, sungguhpun dah melahirkan tapi aku masih dapat merasakan kemutan cipapnya menyepit batang pelirku yang kini bertambah laju keluar masuknya. Ruhay kemudiannya merangkul tubuhku dengan kuatnya seraya mendengus dengan kuat I’m cuming I’m cuming katanya, aku memperkemaskan dayunganku untuk mengejar klimaks yang sedang mendatangi Ruhay, aku memberikan hentakan yang padu seraya membenamkan seluruh batang kote ke dalam pantatnya serentak dengan itu ia klimaks tersengut-sengut badannya sambil tangannya berpaut pada pangkal leherku. Setelah tenang ia mencium pipiku thanks a lot, you are so good, where do you learn youngman sambil ia membelek-belek batang koteku yang kini telah bertambah besar dan panjang serta pubic hair telah mula menghitam di ari-ariku. Tanpa berkata apa-apa aku memusingkan badannya supaya menonggeng lalu ku balun cipapnya secara doggie pula, fuh sungguh sedap rasanya aku terus memainkan dari belakang dengan menujah selaju yang ku mampu, kemudian aku merasaka otot-otot punggungnya yang solid itu mengemut dengan kuat dan ia terjerit-jerit kecil I come again.

Batang kote ku cabut keluar dari lubang pantatnya yang berlengas itu, aku memalitkan jari-jariku dengan bendalir licin yang keluar dari cipapnya lalu menyapukannya pada mulut dubur Ruhay. No..no…you are not…don’t fuck my ass, nobody ever try it not even my hubby so please don’t fuck me there. Aku tak peduli, setelah aku merasakan opening duburnya cukup licin aku mula mengulit kepala koteku pada lubang duburnya sambil menekan sedikit demi sedikit, Ruhay meronta-ronta tak membenarkan aku memaku lubang bontotnya, aku mencekak pinggangnya dengan kuat agar ia tidak dapat lari sambil terus menujah lubang yang ketat tu, kepala kote telah dapat melepasi anal ringnya lalu terbenam hingga melepasi takuk. Aku mengumpulkan tenaga sambil menarik nafas ku henjut sekuat mungkin srutt..srutt batangku masuk ke dalam duburnya yang pertama kali diterokai, aduh aduh, aku terdengar ia bersuara, aku menarik keluar kemudian dengan laju membenamkannya semula, setelah merasakan duburnya dapat menerima batang pelir aku memulakan adegan sorong tarik, ku lihat mukanya memerah, jari hantu ku jolokkan ke dalam lubang cipapnya sambil biji kelentitnya ku gentel-gentel, Ruhay menggigil menahan berahi yang teramat ia kini membuka terus lubang dubur agar memudahkan batang koteku keluar masuk, tak lama lepas itu aku merasakan air mani telah mula berkumpul semula di pangkal kote, aku berbisik air nak keluar ni nak pancut kat mana, please not there..let me help you katanya, aku mencabut keluar dari lubang duburnya ia berpaling lalu memegang koteku lalu mengurut-ngurut manja, Ruhay kemudiannya terus mengulum batangku sambil memainkan lidahnya aku mengejang dan terus memancutkan air maniku ke dalam mulutnya, ia menelan setiap pancutan hingga licin tak berbaki malah terus memicit-micit kepala koteke untuk saki baki yang masa ada. Rugi kalau tak ambik air mani anak muda nanti kalau saya nak lagi young man boleh kasikan katanya kepadaku, aku hanya menganggukkan kepala. Setelah habis barulah batangku dilepaskannya dan kami sempat bercium sebentar bau mani di mulutnya begitu kuat, aku melepaskan bibrnya lalu berkata baik kita mandi sekarang takut nanti tak sempat pula.

Ruhay bergegas ke bilik mandi, memakai semula pakaiannya, mengambil ikatan pulasan yang telah ku sediakan, mencium pipiku lalu menghidupkan engin keretanya berlalu pergi, ia melambai-lambaikan tangannya. Aku membalas lambaian dan bergegas ke pondok durian untuk menggantikan datukku mengutip buah-buah yang gugur.

CERITA NGENTOT : ASSISTEN RUMAH TANGGAKU


CERITA NGENTOT - Pengalaman ini kualami baru 2 bulan yang lalu di tahun 2015, dan ini merupakan pertama kalinya aku melakukan hubungan badan dengan seorang wanita. Tepatnya dengan seorang tante tante, panggil saja namanya tante Lin, dia seorang janda yang ditinggal mati suaminya sekitar 4 tahun yang lalu, umur tante Lin sekarang 31 tahun, mempunyai seorang anak yang masi kecil.

Dia sebenarnya sering sekali datang ke Jakarta, dan memang mempunyai sebuah rumah jakarta, serta mempunyai seorang anak angkat yang juga merupakan anak dari kakaknya. Namanya Fandri, dia juga sedang kuliah dan tinggal di kos yang sama denganku, tapi dia lebih muda dariku dua tahun. Kami lumayan akrab, sehingga kami sering keluar atau pergi jalan bersama. Perkenalanku dengan tante Lin, adalah ketika kunjungannya ke Jakarta, karena sebenarnya dia berasal dari Kalimantan.

Pada waktu itu, aku diajak makan siang bersama oleh Fandri, dan katanya ada tante tante yang datang ke Jakarta bersama anaknya. Fandri berjanji untuk bertemu tante tante di sebuah mall yang cukup terkenal di Jakarta. Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya kami bertemu dengan tantenya. Pertama kali melihat tantenya, pandanganku seperti tidak bisa ketempat lain lagi. Aku begitu terpesona melihat penampilannya, begitu rapi, cantik dan seksi.

Mukanya yang putih dan mulus, rambutnya yang panjang terurai, membuatnya terlihat begitu merangsang, serta tubuhnya yang langsing, pinggang yang ramping, dan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm. Dadanya yang montok, besar dan kencang, mungkin sekitar 34D, ditambah lagi dengan memakai kemeja putih ketat dengan kancing bagian atas yg dibuka, sampai buah dadanya yang besar itu terlihat begitu indah dan montok, tampak menyembul, seperti mau keluar dari pakaiannya. Pantatnya yg bulat dan kecil itu, terlihat begitu padat. Adik kecilku bahkan sempat menegang , karena melihat keseksian, keindahan, kemontokan tubuhnya, bahkan cara jalannya yang terlihat seperti di catwalk.

Dalam diriku tidak berhenti memuja tubuh yang sangat seksi itu, dan betapa nafsu laki-laki aku muncul, karena itu kali pertamanya aku melihat pemandangan yang begitu merangsang. Jujur saja, aku sangat pengen meremas-remas dada dan bokongnya itu, tangan ku sudah gatal rasanya. Tapi aku masi bisa menahannya. Setelah itu kami saling berkenalan, tangannya yang kecil itu begitu lembut. Dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, kami berbincang-bincang dan menjadi dekat, karena tante Lin orangnya gaul, jadi semua pembicaraan kami terasa nyambung. Selesai makan, kami diantar pulang ke kos oleh tante Lin.

Sayang sekali aku tidak menanyakan no hpnya. Setalah hari itu, kami makin sering bertemu, karena tante lin sering mengajak kami pergi makan dan jalan-jalan. Dan aku menjadi semakin menginginkan untuk menikmati tubuhnya itu. Tante lin sering telpon-telponan denganku, kadang hanya untuk ngobrol saja, tapi tante Lin lebih sering menelponi aku daripada anak angkatnya. Bahkan sempat dia memintaku untuk menjadi anak angkatnya, tapi aku hanya menganggapnya basa-basi saja.

Tak terasa sudah berapa kali kami bertemu, dan akhirnya aku menjadi benar-benar akrab dengan tante Lin.. dan tante Lin mengajaku untuk menginap ditempatnya. Semula aku menolak, tapi tante Lin tetap memaksa seperti anak yang manja, akhirnya aku terima ajakannya. Aku hanya pura-pura menolak, tapi sebenarnya aku mau menginap ditempatnya. Malam itu, aku dan tante Lin duduk-duduk di lantai teras rumahnya di lantai paling atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang, membuat kami merasa lebi santai. Ketika itu anak-anaknya sudah tidur.

Karena aku dan tante Lin sudah akrab, maka aku memberanikan diri bertanya-tanya sesuatu yang “nakal”. “tante ngga ngerasa kesepian, kalau malem-malem ga ada yang temenin tidur.. hehe..”, candaku pada tante Lin.. sebelumnya tante Lin tampak terdiam tidak mau menjawab, hanya tertawa kecil, tapi akhirnya, “Nakal juga kamu ya..” “emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur.. “, lanjutnya dengan sedikit mengeluh. “hahaha.. kalau tante tante bole.. aku mau menghibur tante tante ..”, candaku lagi. “haha.. emangnya kamu bisa apa.. belum ada pengalaman, trus ntar malah tante yang kecewa..”, tanyanya, sambil memancingku.

“iya.. tapi setidaknya aku pernah liat dan tau cara-cara ama posisi-posisi nya..”, candaku dengan sedikit menantang. “yuk masuk aja.. tambah dingin aja nih di sini..”, ajaknya dan mengubah topik. Dan kami pun masuk kedalam. Tante Lin memintaku mengunci pintu, setelah selesai menguncinya, ternyata tante Lin masih berdiri di sana. Kami saling bertatapan, cukup lama, tapi tidak berbicara satu katapun. Pikiran ku mulai kacau, dan berpikir yang tidak-tidak. Benar saja, tiba-tiba tante Lin memegang kedua tanganku, dan dengan senyuman nakal menarikku ke sebuah kamar, kamar yang disediakannya buatku selama aku menginap di tempatnya. Aku didorong ke ranjang, dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu.

CERITA DEWASA - Tante Lin langsung saja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku, kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Dan dengan tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar. “Tunjukin ke tante tante kalau kamu emang tau cara-caranya..”, setelah itu langsung saja dia mencium bibirku dengan buasnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerak-gerak memegangi dan menjambaki dengan kuat seluruh rambutku. Tubuh kami bergerak maju mundur mengikuti gerakan kepala kami. Lidahnya bergerak-gerak dengan cepat di dalam mulutku, aku membalasnya dengan menggerak-gerakan lidahku juga.

Ternyata saat itu aku baru sadar bahwa nafsu seks tante Lin ternyata besar sekali, dapat kulihat dari caranya, bagaimana tante Lin ingin melumat lidahku. Ketika lidahku masuk dan meraba-raba rongga mulutnya, giginya mengigit-gigit dan mengisap-isap lidahku seperti mau menelannya bulat-bulat, kami seperti sedang bermain pedang-pedangan dengan lidah didalam mulut kami. Aku sudah tidak berpikir apa-apa lagi, kecuali malam ini aku harus menikmati tubuh tante Lin sampai puas, akan kulampiaskan semua nafsuku yang tertahan selama ini pada tante Lin. “emmm.. emmmm.. ssshhh..aaahh.. ssshh.. aaahh..”, suaranya mendesah. Ketika sekali-sekali tante lin mengigit bibir bawahku, aku gigit pula bibir atasnya.

Begitu juga ketika tante Lin mengigit bibir atasku, maka aku menggigi bibir bawahnya. Kupegang kedua pahanya, kuleus-elus bagian dalam serta luarnya, sampai akhirnya aku menaikan kedua tanganku dan mencengkram sekuat-kuatnya kedua pantatnya yang bulat itu. “ahhh.”, teriakannya kecil. Tangan kananku memeluk erat-erat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjepit diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku, Begitu besar, begitu empuk, dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.

Tangan kiriku tetap memegang kedua pantatnya itu, kumasukkan tanganku kedalam celana karetnya, berulang kali aku meremas-remas pantatnya itu dengan kuat-kuat, lalu kuelus-elus dan kuraba-raba, “aaahh..”, suara itu yang sangat ingin aku dengar dari mulutnya. Akhirnya kumasukkan jari-jariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jari-jariku dapat kurasakan hangat disekitar lubang pantatnya itu. Aku bermain-main dengan jari-jariku dan aku gelitik-gelitik luang duburnya itu, dan terasa tubuhnya berkejut-kejut kegelian, tangan kanannya memegang kuat-kuat pergelangan tangan kiriku untuk menahan rasa geli jari-jariku di duburnya. Jariku dapat merasaka bagaimana duburnya mengejang kegelian.

Setelah cukup lama kami berciuman, tante Lin melepaskan bibirku, lalu dia berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Dan kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Lin mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan begoyang-goyang, ahh betapa beruntungnya aku dapat melihatnya dengan begitu dekat. Aku tidak malu-malu lagi, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kami benar-benar telanjang bulat. Aku tak sempat melihat semua bagian tubuhnya, tapi yang pasti bulu-bulu di sekitar mem*k tante Lin itu telah dicukur habis, membuat mem*knya terlihat lebih bersih dan lebih segar.

Adikku sudah mencapai 80%. “dicukur tante..?”, tanyaku, tante Lin hanya membalas dengan senyuman dan tidak berkata apa-apa. Setelah itu kami lanjutkan lagi ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah bercampur, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari sela-sela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersama-sama tante Lin. Tiba-tiba tante Lin menyedot semua ludah-ludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Lin mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin.

Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudut-sudut bibirnya, lalu dagunya, lehernya, betapa air ludah itu terasa lebih nikmat, karena telah bercampur dengan keringat tante Lin. Kubungkukkan badanku sedikit, sehingga mendorong tubuh tante Lin sedikit kebelakang, dan akhirnya mukaku sampai tepat didepan dadanya, “besar banget tante..”, kataku spontan, aku tidak melihat matanya, tapi aku tahu kalau dia tertawa gembira. Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Lin dibawah dan aku diatas menindihnya.

Lalu kuciumi, kusedot-sedot dan kugigit-gigit kecil puting susunya, tanganku meremas dadanya yang lain, jariku secara refleks mulai memutar-mutar dan mencubit-cubit kecil puting susunya. “aaahh..”, desahnya.. Kubuka mulutku selebar-lebarnya dan dengan sedikit memaksa aku mencoba “memakan” dadanya sebanyak mungkin. Aku ingin “menelan” semua dadanya. Kuremas, Kugigit, kujilat dan kusedot, semua itu kulakukan berulang-ulang kali sampai aku puas. “ssshhh..aahhh..aah..aah..”, desahannya semakin membuat nafsuku menggebu-gebu. Setelah puas dengan dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya, menjilat-jilat pusarnya, kedua tanganku tetap memegangi dadanya, tangan tante Lin tetap memegang kepalaku, mengikuti kemana kepalaku bergerak.

Akhirnya aku sampai di depan mem*knya, yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembut dari mem*k dan disekitar pangkal pahanya. Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigit-gigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naik-turun dari pantat ke klitnya, berulang-ulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. “aaaaaaaaahhhh………..”, suara desahannya yang rendah, dan semakin kuat tante Lin menjambak rambutku. Kujilati mem*k nya seperti sedang menjilat es krim, es krim yang tidak akan pernah habis.

Setelah itu aku belutut di ranjang dan mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, sehingga kedua lututnya berada di dekat dengan kepalanya, selama dalam posisi kepala dan kaki dibawah tapi pantatnya terangkat seperti itu, kedua tangannya hanya bisa memegang pantatnya, menarik kekanan dan kekiri, sehingga lubang vagina dan lubang pantatnya dapat kulihat dengan jelas. Tangan kiriku memegang perutnya, dengan badan kutahan punggungnya supaya posisinya tidak berubah. Dan dengan jari tengah serta telunjuk tangan kanan, kumasukkan kedalam vaginanya, kedua jariku bermain-main, berputar kiri-kanan, dan keluar masuk di lobang vaginanya. “aaaahh… aaaahh..aaaahhh.. eennaaaakkk…”, kata tante Lin sambil memejamkan mata, membuatku semakin bersemangat memainkan vaginanya.

“jangan berhentii…. trussss…. aaaahh…” Setelah cukup lama aku bermain-main dengan mem*knya, akhirnya tubuh tante Lin seperti kejang-kejang, dan bergerak-gerak dengan cepat serta kuat, sampai aku sedikit kewalahan menahan posisinya. “aaaah.. aaaa..aaaaaaaaaaaaahh..”, kata tante Lin, sembari tubuhnya mengejang-ngejang, lalu keluar cairan putih kental yang cukup banyak dari dalam vaginanya, membasahi tanganku dan daguku, dan menyebar ke dadaku dan perutnya, aku tidak tahu cairan apa itu, baunya pun tidak begitu sedap. “haah.. hah.. hah..hah..”, suaranya kecapekan, disertai keringat yang bercucuran dan tubuhnya mulai melemas. Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, tante Lin terlihat seperti orang yang sudah KO.

“Jilatin franss… jilatin yaa.. sampe bersih…”, kata tante Lin dengan manja.. Semula aku tidak mau, tapi setelah mendengar permintaan manja tante Lin, akhirnya kulakukan juga. Padahal penisku saja belum kumasukan kedalam vaginanya, tapi tante Lin sudah kecapekan. Tapi aku juga sebenernya sudah kecapekan berada di posisi seperti itu, tanganku sudah pegal-pegal, tapi nafsu dan semangatku masih besar, karena aku belom puas, jadi tidak boleh putus di tengah jalan. “hahh.. franss.. jari kamu bener-bener nakal..”, katanya terengah-engah. “sini frans..”, panggilnya sambil menarik kepalaku mendekat ke mukanya.

CERITA SEX - Dengan begitu aku menindih badannya, dadanya yang besar itu mengganjal tubuhku, dan kubiarkan juga penisku terjepit diantara tubuh kami. Aku dapat merasakan detak jantungnnya, desahan nafasnya yang telah kecapekan. Kedua tangannya melingkar memeluk leherku, kakinya juga melingkat dan melipat di punggungku. Tanganku memegang pinggangnya, meraba-raba dari atas ke bawah, dan satunya lagi mengelu-elus rambutnya yang panjang dan terurai itu.

Tubuhnya benar-benar dibasahi oleh keringat. Aku sengaja menggerakkan tubuhku maju-mundur, sengaja membuat penisku yang masih tegang itu mengosok-gosok mem*knya, sengaja kuraba-raba pinggiran dadanya yang ikut berbergerak maju mundur, kulakukan supaya dapat membuatnya bernafsu lagi. “frans, tante suka banget cara lu ngobokin vagina tante tante..”, kata tante Lin memjuaku. “jadi gimana.. tante tante puas ga..”, tanyaku. “puas banget.. baru begitu aja tante uda kecapekan..”, katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku dalam-dalam. “tapi tenang aja.. tante masi kuat kok..”, lanjutnya menggoda.

Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja aku mencium bibirnya.. Petandan mulainya ronde kedua. “hhmmppp… hmmppp.. hemmmpp…”, desahannya menjukkan bahwa tante Lin masih bernafsu. Perlahan-lahan aku mulai merasakan putingnya mengeras kembali didadaku, tangan dan kakinya memeluk tubuhku dengan lebih erat. Tampaknya memang benar, nasfu dan stamina tante Lin sudah kembali. Cukup berapa menit saja, dan air ludah mulai memenuhi mulut kami. Tante Lin mendorong tubuhku kesamping, dan kamipun berganti posisi, aku dibawah dan tante Lin diatas. Disedotnya kembali semua air ludah itu, perlahan-lahan tante Lin menegakkan badannya.

Tante Lin pun melakukan hal tadi, mengeluarkan air ludah itu sedikit demi sedikit ke dadaku, perutku, lalu akhirnya membanjiri tubuhnya sendiri, air ludah itu terus turun dengan cepat sampai membasahi penisku yang berada terjepit diantara bagian dalam pangkal pahanya dan tubuhku. Dengan senyuman dan tatapan mata nakal, tante Lin memundurkan tubuhnya, lalu membungkuk, sambil memegang penisku, tante Lin menumpahkan sisa air ludah itu ke penisku. “wow.. lumayan juga punya kamu yaa…”, katanya dengan bernafsu, sambil memegang erat penisku. “tadi sudah giliran kamu.. sekarang giliran tante tante buat kamu kecapekan..”, setelah itu, tante Lin mulai mengecup kepala penisku.

Tangan yang satunya memegang, memainkan dan menekan-nekan, bahkan kadang digenggamnya dengan kuat buah pelirku. “Aaah…”, kataku karena rasa nyeri di buah pelirku. Dengan posisi kakiku yang terbuka lebar, tanpa banyak bicara lagi, tante Lin dengan tatapan nakalnya mulai menjilati dari pangkal batang sampai keujung penisku. Tanganku memegangi rambutnya, karena aku ingin melihat pemandangan yang tak ingin aku lewati, bagaimana tante Lin menjilati penisku dengan nafsunya. Digititnya kecil ujung penisku, rasanya geli sekali.

Dikulum-kulumnya penisku, dijilatnya seperti sedang menjilat batang eskrim kenikmatan yang tidak akan pernah habis. Sekarang giliran buah pelirku ikut di”makan”nya, dimasukkan kedalam mulutnya bersama dengan bulu-buluku. Lidahnya bermain dengan cepat didalam mulutnya, sesekali pelirku seperti sedang dikunyah oleh tante Lin. “aaahh..”, teriakku kecil, menahan sakit. Penisku sudah basah sekali oleh air ludah tante Lin, nafsunya seperti sudah tidak tertahan lagi. Penisku teraa panas gara-gara bergesekan dengan mulut dan tangannya.

Kepalanya naik turun dengan cepat diikuti dengan tangannya. Sesekali kepala penisku ditarik dengan kuat oleh giginya. Geli sekali. Cukup lama tante Lin bermain-main dengan penisku, kira-kira hampir setengah jam, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi. “aaaaa.. tanteeeee…”, teriakku panjang. Mendengar seperti itu, tante Lin makin mempercepat gerakan mulut dan tangannya. Otot kakiku sudah mengejang menahannya, akhirnya.. crrttt.. crrttt.. keluar juga spermaku. Tante Lin tidak mengeluarkan penisku dari mulutnya, dengan nafsu tante Lin menjilati semua spermaku, tidak dibiarkannya setetespun mengalir keluar.

Semuanya ditelan tanpa sisa, bahkan penisku masi disedot-sedotnya. Begitu bernafsunya sampai tante Lin terlihat seperti wanita yang benar-benar kehausan akan spermaku. “aaahh.. punya kamu hangat sekali rasanya.. nikmat banget..”, kata tante Lin. “ha ha.. sekarang kita satu sama..”, lanjutnya dengan gembira, sambil menindih badanku. Kami berpelukan diranjang, saling meraba-raba tubuh. Kuelus pahanya yang mulus, sedangkan tante Lin mengelus-elus perut dan dadaku. Kami saling bertatapan dan saling memuji.

“enak sekali tante.. tante tante jago banget..”, kataku, menikmati bagaimana enaknya pengalaman dioral oleh seorang wanita cantik. “kamu juga hebat.. tante tante suka de sama kamu.. bisa tahan selama itu…”, balasnya nakal. Aku begitu lelah, rasanya sudah tidak ada tenaga lagi. Aku melihat tante Lin, tampaknya ia juga dalam keadaan yang sama denganku. Tak banyak bicara, tante Lin mengecup dahiku. “kita bobo dulu aja ya sekarang.. tante pengen lanjut tapi lemes banget rasanya..”, katanya. “iya tante.. aku juga capek banget.. tante emang top..”, balasku. Tampak tante Lin tersipu malu dan tertawa kecil. Sebenernya nafsuku masih besar, tapi keadaan tubuhku tidak memungkinkan. Aku juga tidak mau memaksa tante Lin yang sudah sangat kecapekan.

Begitu lemas, akhirnya kami tidur berpelukan, saling menghangatkan. Kupeluk erat-erat tubuh tante tante Lin seperti sedang memeluk bantal, aku masih ingin merasakan dadanya yang besar itu. Dengan pahanya tante tante Lin mengelus-elus pahaku. Aku merasa senang sekali meskipun aku tidak puas malam itu. Mulai dari keesokan harinya, aku merasa tante tante Lin menjadi semakin sayang padaku. Ia memenuhi semua kebutuhan dan keperluanku. Dalam 2 bulan terakhir ini, kami telah melakukan hubungan sex lagi sekitar 10 kali dan kami lakukan setiap ada.